
Mendapatkan kesempatan bersekolah di Inggris (atau sekitar Eropa) adalah cita-cita saya sejak SMA. Awalnya memang karena seringnya menonton film british seperti Harry Potter atau film lain berlatar England seperti
If Only, The Holiday dan
What A Girl Wants. Saya suka dengan beberapa kota di Inggris yang masih hijau dan berbukit-bukit. Rasanya nyaman dan tentram. Saya juga suka bangunan-bangunan tua Inggris yang berciri khas Eropa sekali, kaya akan nilai sejarah dan seni. Tak lupa makanan-makanan khas
europe yang notabene adalah kesukaan saya, hehehe. Belum lagi empat musimnya. Maklum saja, di Indonesia kami hanya memiliki dua musim.
Iris Simpskins' cottage at Surrey, England (The Holiday). Me. Want it. So bad.
Amanda Bynes as Daphne Reynolds at What a Girl Wants.
If Only movie scene
Sayang sekali, tahun ini ayah saya belum punya rejeki untuk menyekolahkan saya di Inggris. Yaa, walaupun ada program beasiswa, kami tetap harus menyiapkan biaya living cost disana. Mungkin tahun ini saya gagal masuk PTN. Mungkin tahun ini saya juga gagal belajar ke luar negeri, tetapi saya bertekad untuk mengambil program beasiswa untuk magister setelah lulus S1. Saya harus mencapai yang lebih tinggi dibandingkan orang tua saya. Lagipula, daripada mengejar S1 PTN tahun depan, lebih baik maksimalkan yang sudah dipegang sekarang untuk mengejar beasiswa S2 ke Inggris. Kenapa saya memilih Inggris? Major yang akan saya ambil adalah bidang teknologi, tentu Inggris jauh lebih maju daripada Indonesia. Kalau saya mempunyai kesempatan emas tersebut, saya ingin membagikan ilmu yang saya dapat dari sana ke Indonesia. Bukan hanya ilmu di perkuliahan, tetapi juga cara berfikir dan budaya (tentu setelah disaring dengan baik ya!). Agar Indonesia jauh lebih maju. Paling tidak pengetahuan IPTEK lebih bertambah luas. Lebih berfikir dinamis dan produktif. Tidak hanya bisa asal pakai (konsumtif). Belajar juga bagaimana orang-orang british menghargai waktu, tata tertib dan manner. Seperti itulah seharusnya sebuah contoh. Bukan hanya bisa meniru gaya hidup mereka saja kan?
Another favourite brit movie: Sense and Sensibility :)
Jujur saja, mata saya selalu berbinar ketika melihat list lulusan dosen-dosen saya. Saya ingin sekali mengikuti jejak mereka yang punya kesempatan mendapatkan pendidikan di luar negeri. Saya sadar, mungkin cita-cita saya terlalu naif, tapi memang seperti itulah yang saya harapkan. Ada yang bilang, kalau sudah kerja di Inggris pasti sudah dimanjakan oleh gaji yang besar sampai tidak mau kembali ke tanah air. Tapi saya harap saya bisa kembali lagi untuk membagikan ilmu saya kepada adik-adik saya, generasi selanjutnya. Paling tidak saya bisa merubah karakter orang-orang Indonesia yang konsumtif menjadi produktif, kreatif dan inovatif.
Sungguh, saya ingin sekali memajukan orang Indonesia melalui pola pikir dan pendidikan. Karena terkadang saya miris melihat pola pikir anak-anak seumuran saya sekarang. Walaupun saya nggak mau munafik, saya juga belum sepenuhnya sempurna. Makanya saya sangat excited ketika ada lomba-lomba menulis seperti ini. Meskipun tidak dapat hadiah, tetapi paling tidak suara kita di dengar :)