Mesin Waktu Albums

, by Aqessa Aninda


Yea.. finally i've got this album! x) sebenernya sih karena gue suka lagu "Jikalau" yang dibawain sama The Adams. Tapi setelah gue dengerin satu album... WOW! Beginilah seharusnya musisi muda. Nggak cuma memainkan lagu-lagu pop yang mudah dicerna aja. Lagu dengan sejuta kata-kata mustahil, instrumen yang ramai (bukan cuma gitar, keyboard, drum, bass dan vokal aja) dan skill musik yang keren lebih berbobot dibandingkan lagu-lagu pop yang biasa dicerna sama masyarakat Indo. Naif emang salah satu band unik dan punya ciri khas. Lirik-liriknya sering memakai kata-kata mustahil yang mungkin udah mulai punah. Dimainkan lagi oleh para juniornya dan 'teman seangkatannya' di dunia musik bukan berarti Naif berhenti berkarya. Setelah mendengar seperti lagu "Mesin Waktu" yang di bawakan oleh White Shoes and The Couples Company, saya merasa seperti berada di jaman (mungkin) ketika ibu saya masih SMA. Saya suka sekali dengan suara gitar dan synthesizer dari White Shoes. Siapa bilang yang mengisi album ini adalah band-band jadul juga seperti Naif? Buktinya The Brandals dan Superglad mampu merubah lagu "Mobil Balap" dan "Benci Untuk Mencinta" menjadi lagu beraliran mereka. TIKA malah lebih parah. Bersama band bernama unik, Wrong Is The New Right, ia benar-benar merombak lagu "Dia Adalah Pusaka Sejuta Umat Manusia Yang Ada Di Seluruh Dunia" menjadi jazz! It was totally cool! Goodnight Electric yang beraliran elektro juga membawakan lagu "Just B". Itu juga nggak kalah keren. Belum lagi The Adams dengan aliran alternativenya membawakan lagu "Jikalau". Asli, enak banget! Semoga tahun-tahun kedepan lebih banyak band-band berkualitas yang bermain musik dengan skill yang bagus. Bukan cuma menghasilkan lagu-lagu cinta cengeng atau lagu-lagu kacangan.

0 comments: