Harry Potter in memorian

, by Aqessa Aninda


Saya mengikuti serial Harry Potter sejak nomor pertama. Baik buku maupun film. Saya menikmati alur demi alur, kata demi kata, klimaks, khayalan yang ada di dalamnya. Hingga saya merasakan seolah Harry Potter itu nyata. Hingga saya selalu iri dengan persahabatan Harry, Ron dan Hermione. Semua lekat dalam ingatan saya..

Ketika Harry baru masuk Hogwarts. Betapa senangnya ia akhirnya menemukan rumah yang membuatnya nyaman tinggal disana. Awal pertmuannya dengan Albus Dumbledore, Minerva McGonagall, Severus Snape. Awal persahabatannya dengan Ronald Weasley dan Hermione Granger. Ketika ia menemukan teman-teman sesama Gryffindor. Ketidaksukaannya pada Draco Malfoy. Bermain Quidditch pertama kalinya. Mulai berkeliaran di Hogwarts dan sekitarnya. Bertemu Fluffy, Troll, permainan catur ajaib, hingga mengetahui bahwa Prof. Quirrell ditempeli Lord Voldemort di belakang kepalanya..

Ketika ia masuk kelas 2. Mulai mengenal anggota keluarga Ron Weasley. Sebuah keluarga sederhana yang hangat. Pertama kalinya pergi dengan bubuk Floo. Ketika ia bertemu dengan adik semata wayang Ron, Ginny Weasley. Dan Ginny suka dengan Harry. Bertemu dengan Dobby si peri rumah. Bermain Quidditch dengan Bludger gila. Mengendarai mobil terbang milik kementrian. Ketika Harry menyadari kemampuan berbahasa ular. Ketika ia menyelamatnya nyawa Ginny. Bertemu dengan Aragog si laba-laba superbesar. Lalu tongkat Ron yang patah dan membuat Gilderoy Lockhart yang tadinya ingin menghilangkan ingatan Ron malah berbalik menyerangnya sendiri. Hermione berubah menjadi batu. Meminum Polijus Potion. Berubah menjadi Crabbe dan Goyle. Berduel dengan Draco Malfoy di mata pelajaran Pertahanan Terhadap Ilmu Hitam. Melawan Basilisk, dan taringnya digunakan untuk menghancurkan horcrux Voldemort. Ia bertemu dengan Tom Marvolo Riddle a.k.a Lord Voldemort ketika masih menjadi siswa di Hogwarts. Ketika Harry mampu mencabut pedang Gryffindor dari sorting hat. Kemudian ia memberikan pakaian pada Dobby, dan Dobby-pun terlepas dari keluarga Malfoy..

Tahun ketiga.. Harry naik bus ksatria. Ia melihat grim. Diajar oleh Remus. J. Lupin yang merupakan warewolf. Tak bisa ikut ke Hogsmeade. Lalu ia dibekali oleh Peta Perampok yang ternyata dulu milik Ayahnya, Lupin, Sirius dan Pettigrew. Mereka menamakan Moony, Padfoot, Prongs dan Wormtail. Mereka adalah animagus tidak terdaftar. Rupanya Sirius Black tidak bersalah. Disana juga ia mengetahui bahwa Sirius Black adalah ayah baptisnya. Ia bertemu dengan Dementor. Kemudian ia belajar membuat Patronus dengan Remus Lupin. Di usia 13 Patronusnya sudah berbentuk, yaitu rusa jantan. Ia mengusir ratusan dementor dan membebaskan Sirius yang kabur dengan Buckbeak. Harry berpetualang dengan kalung pemutar waktu milik Hermione. Lalu Sirius menggantikan Nimbus 2000 Harry yang hancur dengan Firebolt.

Kemudian Harry menonton Piala Dunia Quidditch. Ia ikut turnamen Triwizard bersama Cedric Diggory (Hogwarts, Hufflepuff), Viktor Krum (Drumstrang) dan Fleur Delacour (Beauxbatons). Ia melawan naga, menyelamatkan Ron dan Gabrielle Delacour (adik Fleur). Kemudian ia sering bermimpi tentang pemakaman dan rumah Riddle serta Barty Crouch Junior. Diadakannya Yule Ball, pesta dansa Natal. Ia menyukai Cho Chang anak Ravenclaw. Namun ternyata Cho pergi dengan Cedric. Ia pergi dengan Parvati Patil. Ron dan Hermione bertengkar hanya gara-gara Hermione pergi dengan Viktor Krum. Akhirnya ia melihat kebangkitan Voldemort. Mereka berduel. Tongkat mereka saling berkoneksi karena mempunyai inti kembar. Cedric dibunuh oleh Voldemort. Harry keluar sebagai pemenang Triwizard. Tapi 1000 Galleon hadiahnya diberikan kepada si kembar Weasley. Mad-Eye Moody ternyata adalah Barty Crouch Jr yang mengkonsumsi Polijus Potions.

Tahun kelima.. Kementrian selalu mencela Harry. Berteman dengan Luna Lovegood si anak aneh. Umbridge super nyebelin. Ia akhirnya jadian denga Cho Chang. Mereka membentuk Laskar Dumbledore karena Umbridge tidak mengajar dengan benar. Dumbledore membentuk Order Phoenix untuk melawan Death Eater. Snape mengajarkan Harry Occlumency agar menutup pikirannya dari Voldemort. Namun ia malah membaca memori Snape. Tentang Snape yang nerds dan selalu diganggu oleh James Potter--ayahnya. Kemudian Lily Evans (ibunya) membantunya. Tapi Snape selalu menyebutnya Mudblood. 10 Pelahap Maut terbebas dari Azkaban. Mencari bola ramalan tentang Harry dan Voldemort. Kemudian Sirius Black mati dibunuh oleh Bellatrix Lestrange sepupunya sendiri. Tidak lupa ia melewati ujian OWL di tahun ini.

Tahun keenam... Ketika semua kebenaran terungkap. Siapa yang bersalah siapa yang tidak. Harry menemukan buku Ramuan, catatan Half-Blood Prince. Snape akhirnya mendapat jabatan guru PTIH. Sedangkan ramuan diajar oleh Horace Slughorn. Harry ikut privat dengan Dumbledore. Mereka bertualang di dalam memori milik Riddle. Kemudian mereka tahu Horcrux. Terungkaplah bahwa buku Half-Blood Prince adalah milik Severus Snape. Draco ditugaskan untuk membunuh Dumbledore. Karena sumpah tak terlanggarnya pada Narcissa Malfoy dan Bellatrix Lestrange, ia membunuh Dumbledore. Perhatian Harry kini berpindah pada Ginny. Awalnya Ginny berpacaran dengan Dean Thomas. Harry mulai merasakan cemburu dengan Dean. Kemudian mereka putus. Dan akhirnya Harry jadian dengan Ginny. Ron juga berpacaran dengan Lavender Brown. Kemudian putus karena Lavender cemburu dengan Hermione. Ginny menyukai Harry sejak kelas 1. Ia berusaha berpacaran dengan beberapa orang (atas saran Hermione) karena Harry tampak tetap tidak peduli dengannya. Namun pada akhirnya ia bisa mendapatkan Harry. Namun setelah pemakaman Dumbledore mereka putus. Harry tak mau Ginny di manfaatkan oleh Voldemort untuk memancing Harry. Ginny tidak menangis saat itu. Tapi ia terpukul. Harry pun begitu.

Kemudian... Sihir kuno itu hilang ketika umurnya menginjak 17 tahun. Ia pergi ke The Burrow dengan dikawal Orde dan membuat 7 Harry. Mad-Eye Moody dan Hedwig tewas. Bill dan Fleur menikah. Mereka mencari Horcrux. Hermione memindahkan orangtuanya ke Australia dan memodifikasi ingatan mereka. Ron membuat gohuls dirinya yang terkena spattergoit. Mereka berkorban demi Harry. Ia bertemu Ginny di The Burrow. Masih ada perasaan sayang diantaranya. Tapi Harry tak mau Ginny terluka. Dumbledore memberikan Ron: Deluminator, Hermione: Buku dongeng sihir Beedle, Harry: Snitch pertamanya dan pedang Godric Gryffindor. Mereka berburu horcrux bersama. Berpindah-pindah. Berkemah. Kemudian persahabatan mereka hampir retak. Ron meninggalkan mereka berdua. Mereka tak saling bicara selama seminggu. Hermione terus menangis. Namun akhirnya Ron kembali dan memburu Horcrux. Lalu Harry mendengar kisah tentang Deathly Hallows (Relekui Kematian). Voldemort memburu tongkat sihir Elder. Di akhir hayatnya Snape memberikan memorinya kepada Harry. Tentang masa kecilnya dan Lily, tentang cintanya pada Lily dan kebenciannya pada James, tentang pengabdiannya pada Dumbledore, tentang Dumbledore menyuruh Snape untuk membunuhnya, tentang patronus Snape rusa betina (sama seperti Lily). Snape bukan abdi setia pada Voldemort. Ia tak pernah menjadi milik Voldemort. Ia setia pada Dumbledore hingga akhir hayatnya. Dan kemudian pertempuran di Hogwarts. Semua membantu Harry. Semua menaruh harapan besar padanya. Lupin, Tonks dan Fred meninggal dunia. Harry menantang kematian itu sendiri. Menghadapi waktunya sendiri. Namun Voldemort memiliki rencana yang cacat. Ketika ia hendak membunuh Harry kutukannya berbalik kepadanya. Dan ia mati. Harry menang. Semua gembira. Kemudian Harry menikah dengan Ginny. Anak mereka bernama James, Lily dan Albus Severus. Ron dan Hermione memiliki Rose dan Hugo. Ted (anak Lupin dan Tonks) adalah anak baptis Harry. Dan bekas luka itu tak pernah sakit lagi...


Tahun depan saya tidak akan menunggu-nunggu seri Harry Potter lagi :( cerita yang berakhir bahagia lebih menyesakkan daripada cerita yang berakhir sedih. Begitu banyak pelajaran hidup yang juga saya ambil disini. Tentang keberanian; kita tak boleh mengacu pada ramalan; setiap detik, setiap menit, setiap nafas kita harus menikmatinya; kapanpun kita harus siap dan berani menghadapi kematian; tentang cinta, harapan, keluarga dan persahabatan...


*My Favourite quote:
  • She was not tearful. That is one of many wonderful things about Ginny
  • "He's the bravest man i ever knew..
  • Ketika Harry memutuskan hubungannya dengan Ginny dan menjelaskan alasanya, Ginny bilang, "Aku tidak peduli dengan hal itu.." dan Harry menjawab, "Tapi aku peduli!" Ginny tidak menangis.

0 comments: