, by Aqessa Aninda

Adik gue adalah orang yang sangat tidak bisa menjaga barang. Contoh kecil seperti fan laptopnya selalu dilepas setiap dia yang pakai, untuk starting aja mulai melamban, nggak seperti waktu gue pakai. Pernahkah lo tidak menyayangi barang yang lo pakai seperti asal lepas copot charger, barang lo udah bocel-bocel, dan sebagainya?

Sering kali gue dapat barang kurang bagus, musti masuk service lah, musti di ini lah di itu lah. Dan disaat itu gue tersadar bahwa, kalau nggak ada barang tersebut rasanya semua pekerjaan (entah kuliah atau hiburan atau komunikasi) tersendat. Betapa cukup pentingnya keberadaan barang tersebut di sekitar saya. Walaupun sekalinya ada paling cuma ditatap-tatap sebentar, diutak-atik sebentar, terus didiemin aja. Tapi giliran lagi nggak ada rasanya kesel, segala macam jadi susah (ketergantungan banget ya?! hahaha). Seperti ketika BlackBerry gue terpaksa masuk kandang sebulan, pas banget dengan minggu-minggu ujian, yang mana gue sangat butuh email dengan cepat ataupun baca materi tanpa harus ngeprint (juga buat kebetan... hahaha nggak deng!). Atau waktu laptop gue juga musti di service, deadline proyek kampus udah di depan mata, dan softwarenya butuh spec yang cukup tinggi, jadi nggak bisa dipake di laptop lama. Sejak dari itu gue selalu berusaha menjaga barang-barang gue. Di charge sesuai waktunya, di taro di tempat yang aman supaya nggak kepentok sana sini, di rapihin segala macamnya.

Benda mati saja musti kita urus dengan baik keberadaannya. Orang bilang, kita baru akan merasakan manfaatnya dan merasa kehilangan jika sesuatu itu sudah tidak ada di sekitar kita. Maka, jaga barang-barangmu dengan apik sebelum nggak bisa dipakai lagi.
Sama seperti halnya hidup kan, kita baru sadar betapa pentingnya seseorang dan merasa kehilangan akan dirinya ketika mereka sudah tidak ada untuk kita. Bukan cuma untuk masalah percintaan, tapi juga orang tua, keluarga dan sahabat-sahabat kita. Jaga mereka dengan baik dengan cara menjaga perasaannya, menempatkan mereka di tempat yang baik di hati kalian. Karena kita tidak akan tau yang akan datang nanti, dan kita juga tidak bisa membaca pikiran mereka tentang kita.

0 comments: