Sabrina (1954): She's Back, Then She Rules The Larrabees


Director: Billy Wilder
Stars: Humphrey Bogart, Audrey Hepburn, William Holden
Rating IMDB: 7.8/10


Mengisahkan tentang Sabrina Fairchild (Audrey Hepburn), anak perempuan seorang supir yang bekerja untuk keluarga Larrabee (keluarga terpandang dan punya banyak perusahaan). Sabrina jatuh cinta dengan anak majikannya, David Larrabee (William Holden) sejak kecil. David Larrabee adalah seorang playboy, berbeda dengan kakaknya, Linus Larrabee (Humphrey Bogart), seorang direktur yang sangat serius dan dingin. Bagi Linus, istrinya adalah perusahaannya, perempuan baginya haruslah mengerti bahwa perusahaannya lebih penting dari apapun. David sebaliknya, ia lebih senang menjadi 'social butterfly' di pesta dan merayu gadis-gadis. Sabrina hanya bisa menatapnya di atas pohon tiap kali David merayu gadis-gadis cantik di pesta.


Untuk melupakan angan-angannya akan David, Sabrina 'kabur' ke Paris untuk sekolah masak. Cukup lucu melihat scene ini, perfilman jaman dulu melakukan setting Paris dengan sangat sederhana. Hanya menempelkan layar bergambar menara Eiffel seolah-olah terlihat dari jendela :). Saat kembali ke Amerika, Sabrina berubah menjadi sophisticated woman, anggun dan berkelas. Sehingga David yang sudah bertunangan pun suddenly jatuh cinta dengan Sabrina. Keluarga Larrabee menentang hal ini, karena tujuan pertunangan David adalah untuk 'mengawinkan' salah satu anak perusahaan Larrabee dengan perusahaan milik keluarga Elizabeth Tyson (Martha Hyer), tunangan David. Linus pun turun tangan untuk mendekati Sabrina yang tujuannya adalah mengusir Sabrina pelan-pelan. Namun dalam perjalanan 'mengurus' Sabrina, Linus dan Sabrina sama-sama jatuh cinta.

Sama seperti post saya beberapa waktu yang lalu, realitanya inner beauty selalu jadi nomer 2. Inilah yang dialami oleh Sabrina Fairchild. Padahal dulu Sabrina juga cantik tapi karena tidak terlihat 'wah' dan tidak sederajat dengan kaumnya David hanya memandangnya sebelah mata. Ketika Sabrina kembali dari Paris dan menjadi lebih anggun serta berkelas, semua orang baru menyadari keberadaannya. Tapi Linus jatuh cinta dengan Sabrina bukan karena Sabrina adorable saja, baginya, Sabrina itu perhatian, polos dan baik hati. Inilah yang sering kali terjadi di sekitar kita. Seringkali kita lihat orang dari parasnya duluan. Beda dengan cara Linus melihat Sabrina. Dia bisa suka dengan Sabrina karena dia akhirnya kenal dan tau pribadi Sabrina kayak apa. They said, "tak kenal maka tak sayang". Kalo ditilik lagi, mungkin kalau Sabrina akhirnya jadi sama David, dia nggak bahagia. Pastinya dia harus berbesar hati kalau David flirting lagi sama perempuan lain. Sabrina mungkin akhirnya merasa kalau cintanya dia ke David itu akhirnya cuma obsesi dari dulu bukan true love. It said, "But it's his more serious brother who would be the better man for her."

Tipikal film tahun 50-an, sedikit bertele-tele, lucu, tidak penuh intrik dan romantis. Cocok untuk ditonton malam-malam pas susah tidur (soalnya pasti ngantuk hehehe).

No comments:

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com