Stepmom: Be there for the joy. Be there for the tears. Be there for each other.

, by Aqessa Aninda


Director: Chris Colombus
Stars: Julia Roberts, Susan Sarandon, Ed Harris
Rating: 6.2/10

Stepmom adalah salah satu film Julia Robets favorite saya setelah Pretty Woman, Mona Lisa Smile dan Eat Pray Love.

Menceritakan Isabel Kelly (Julia Roberts), fotografer professional, gambaran perempuan modern, masa kini abis, yang menjalin hubungan dengan seorang duda dengan dua anak, Luke Harrison (Ed Harris). Tidak ada anak yang dapat dengan mudah merima bahwa orang tuanya berpisah dan salah satunya akan menikah dengan orang lain. Yang artinya akan ada orang lain masuk, dan berusaha menggantikan posisi ibu mereka. Belum lagi dengan ibu kandung mereka, Jackie (Susan Sarandon) yang tidak suka dengan Isabel. Berbeda dengan Isabel, Jackie adalah gambaran seorang ibu yang konservatif dan bijak. Isabel hanyalah seorang wanita karir yang belum siap untuk memiliki anak, namun keadaan memaksanya untuk masuk ke dalam keluarga Luke, yang berarti ia harus siap untuk mengurus dan mendidik anak.



Anna Harrison adalah seorang gadis belia yang pengetahuan dunia orang dewasanya sudah cukup banyak, namun tetap dengan keluguan anak kecil. Ia keras dan tidak akan pernah suka dengan Isabel. Berbeda dengan Ben Harrison, Ben hanya anak laki-laki dengan keluguannya tidak begitu mengerti akan komplikasi dunia orang dewasa. Ia cukup senang dengan Isabel, namun ia lebih menyayangi ibunya dan akan menuruti apapun yang diinginkan ibunya agar ibunya bahagia.

Kecemburuan Jackie membuatnya tak pernah menyukai Isabel, apapun alasannya. Ditambah lagi dengan ketidaksiapan Isabel untuk mendidik anak-anaknya. Namun dalam mendidik anak, tentu sebagai orang tua Jackie tidak bisa mendidik anak-anaknya tumbuh dengan rasa benci. Ia harus menjadi seseorang yang bijak, sebagai contoh, bahwa mereka harus menerima Isabel masuk dalam kehidupan mereka karena ayah mereka mencintainya. Ketika kanker yang menggerogotinya, hanya ada satu pilihan kemana ia harus menitipkan anak-anaknya kelak. Rasa takut menghantui apabila anak-anaknya melupakannya.


Seperti dongeng Cinderella, gambaran ibu tiri adalah wanita jahat yang tidak bisa menyayangi anak tirinya seperti anaknya sendiri. Tapi cerita ini berbeda. Film ini menggambarkan bagaimana sulitnya calon ibu tiri masuk ke sebuah keluarga. Bagaimana agar dia diterima. Dan mempersiapkan diri mengemban tanggung jawab barunya. Isabel memiliki perbedaan yang kontras dengan Jackie. Kedua wanita yang sebenarnya tidak saling suka ini harus men-kesampingkan perbedaan-perbedaan diantara mereka demi masa depan anak-anak mereka.

Film yang buat gue sangat menyentuh. Bagaimana seorang ibu yang harus membuang rasa insecure-nya sejenak demi menjadi contoh yang bijak bagi anak-anaknya. Bagaimana seorang perempuan muda mempersiapkan dirinya menjadi seorang ibu, dan sulitnya masuk dalam keluarga tersebut. Mantan istri yang tidak menyukainya, insecure karena posisinya. Anak-anak yang tidak pernah bisa menerimanya. Dan pada akhirnya, mereka harus menerima keadaan. Posisi Jackie yang divonis hidup tak lama lagi, mengharuskan ia dan anak-anaknya menerima Isabel, juga memaksa Isabel siap menjadi seorang ibu.

Mengutip komentar Glyn Ingram pada IMDB, "This is a film about a mental battle between two independent women, but it's also about tragedy and its consequences. It's much too soft round the edges for its own good, resulting in a movie that, whilst touching, sad and emotional, still lacks a little maturity."


Isabel: You know, I never wanted to be a mom. Sharing it with you... that's one thing. It's another to be looking over my shoulder for the next twenty years, knowing someone else would have done it better... someone else would have done it right.  
Jackie Harrison: What do you have that I don't?  
Isabel: You're Mother Earth, incarnate.  
Jackie Harrison: You're... hip, and fresh. 
Isabel: You ride with Anna.   
Jackie Harrison: You'll learn.  
Isabel: You know every story, every wound, every memory. Their whole life's happiness is wrapped up in you... every single second. Don't you get it? Look down the road to her wedding. I'm in a room alone with her, fixing her veil, fluffing her dress, telling her no woman has ever looked so beautiful. And my fear is she'll be thinking, "I wish my mom was here." 
Jackie Harrison: And mine is... she won't. 
Jackie Harrison: The thing is, they don't have to choose. They can have us both. I have their past, you can have their future.  


Ben Harrison: Mommy... 
Jackie Harrison: What, sweetie? Ben Harrison: If you want me to hate her I will.



0 comments: