I Do What I Do For Living

, by Aqessa Aninda

I remember when somebody asked me, "Sebenernya kuliah lo ini sesuai dengan passion lo nggak sih?" and I said "Yep, it is."

My passion is on writing, and reading, and watching. Kenapa gue nggak sekolah sastra aja sih? Atau gue nggak sekolah komunikasi kalo suka dunia publikasi, kreatif, dan tulis menulis?
Dari awal gue masuk IPA, gue pengen masuk IT. Kenapa? Karena pada dasarnya gue suka teknologi, gaji dan karirnya lumayan, fleksibel bisa di jenis kantor mana aja (kedepannya gue lebih pengen freelance atau jadi entrepreneur makanya pengen lanjut sekolah bisnis hehe). Like Dick Avery said in Funny Face, "I do what I do for living. It has to do with supply and demand." Sebenarnya, hampir semua jurusan sih gitu ya.. tapi berhubung gue dari IPA dan ogah belajar ilmu IPS lagi jadi terdamparlah gue disini.

I do love Information Technology, but not the code thingy. Ya, coding sih harus bisa ya. Gue bukan nggak suka coding, coding itu susah, I'm pretty sure nobody love it (kecuali yang emang computer geek sejati). Dunia IT lebih dari sekedar coding dan typing. Merancang sebuah program bukan hanya seperti lo code HTML di blog atau forum. It's more than that. Gue sih lebih suka analisis dan perancangan sebuah aplikasi, lebih susah malah karena lo musti mikirin hampir keseluruhan alur program dan hal-hal terkecil sampai lo mikirin bagaimana aplikasi lo itu user friendly. Semester lalu gue dapet magang, di kantor bokap gue, tugas gue simple: bikin user interface aplikasi Android. Enaknya, gue nggak pergi ngantor, jadi bisa kerjain di rumah aja karena tugasnya begitu hehe. Kemudahan membuat UI adalah, logika yang dimasukkan ke dalam code tersebut tidak begitu banyak dan lo hanya bertumpu pada widget-widget yang disediakan. Karena ini Android, ada library-library tertentu yang berbeda dengan Java biasa. Gue belajar dari teman sedikit dan baca-baca buku. Bagian tersulit adalah waktu lo bikin laporan, karena ini proyek object oriented, maka gue harus bikin beberapa diagram untuk menunjang program gue ini. Susah, stress, tapi seru dan puas.
Bahkan waktu nyari proyek skripsi, gue yang berencana ambil non-class (beda dengan tema yang ditentukan dan harus inovatif) gue dengan semangat mencari ide apa yang akan gue buat. Cuma, gue masih belom mau keluar dari comfort zone, inovatif sih inovatif tapi kalo nggak kebayang buatnya susah juga buat lulus skripsi hehehe.

"Gue mau kerja yang bisa support hobi gue." Buat gue, menulis itu hobi, gue nggak mau menjadikan itu kerjaan. I don't even know why. Mungkin field yang berebutan dan otak yang dituntut harus selalu kreatif. Gue nggak mau nantinya menulis kayak robot. Gue pengen bebas. Biarlah gue menjadi seperti robot di dunia IT untuk menunjang hobi-hobi gue nantinya. Kalo kata Keara di Antologi Rasa, "Passion itu yang menjaga lo tetap waras di tengah-tengah hidup lo yang semerawut ini."


1 comments:

Nava said...

setujuuu banget! aku juga suka nulis, tp gamau ngejadiin itu sbg kerjaan nantinya. it's just a hobby and i want it to stay like that