Fake Friends? Are They Really Fake?

, by Aqessa Aninda

"People are usually afraid with fake friends."
Photo taken from Tumblr

Mereka bilang teman yang muncul ketika ada maunya aja. Tapi setelah gue pikir-pikir, fake friends versi gue adalah teman yang literally nyari gue kalau butuh doang lalu badmouthing (bukan sekedar ngomongin ya) di belakang dan berteman dengan gue hanya untuk mencari informasi yang dapat digunakan untuk mengolok-olok. Bedakan orang yang sekedar ngomongin lo di belakang dengan orang yang ngomongin lo dan berteman dengan lo hanya untuk mencari-cari hal yang bisa mereka olok-olok di belakang.

Nggak ada yang salah dengan mencari teman ketika kita butuh. Lho, memang bukannya salah satu manfaat berteman seperti itu? Yang salah ketika temannya ngarep kebaikannya dibalas. Memangnya setiap berteman harus deket sampai ngomong dari hati ke hati baru dibilang 'real friends'? Memangnya nggak boleh orang curhat ke orang lain kalau kita sedang annoying buat mereka? Besides, there are a few stages in friendship: Acquintance (sekedar kenal), Friends (yang nyari kalau memang butuh atau kepingin aja atau lagi kepikiran aja), Good Friends (teman-teman yang memang sering main bareng dan cukup akrab), Best Friends (teman yang tau dan bisa menerima sebenar-benarnya kita). Why we are too afraid with fake friends? Afraid of people who's just using us? Are we afraid of brokenheart after we expect them to treat us as good as the way we treat them? I think the main problem is... we expect too much in friendship.

It's not how they're talking about you behind your back. It's how their action after talking about you behind your back. If they still accept you as their friend, they are good friends. But if they're being your friend just to make fun of you and using you, well, they're fake.

0 comments: