Still... - Esti Kinasih

Still...Still... by Esti Kinasih
My rating: 4 of 5 stars

Setelah sekian lama pengen baca buku ini akhirnya kesampaian.

Cerita dibuka dengan hancurnya hubungan Rei dan Langen karena ego masing-masing. Saat Langen, Fani, Febi hunting cari cowok baru buat Langen, justru Fani yang dapet gebetan baru. Hal itu diketahui oleh Bima, pacar Fani yang super nyeremin. Intimidating dan posesif. Buat Bima, cinta bisa dipupuk, yang penting dia pertahanin sekuatnya. Saat Bima tau Fani punya gebetan, ia melakukan cara yang ekstrem untuk mempertahankannya (malah cenderung psycho!). Seperti pasir yang digenggam terlalu erat, perlahan akan lepas juga. Fani super happy saat akhirnya ia terlepas dari Bima, Bima terpukul dan berusaha tegar sambil memungut hatinya yang berceceran. Fani akhirnya menyadari bahwa Bima tidak seburuk yang ia kira. Sampai akhirnya Bima dengan lugas berkata, "Aku cinta kamu. Sekarang. Mudah-mudahan sampai nanti." Bagian Rei-Langen meskipun nggak banyak, tetapi juga cukup menyentuh hati juga akhirnya. Terutama saat pengakuan Langen kenapa ia nekat untuk "buka-bukaan" saat kebut gunung.

Sejak baca seri pertamanya: Cewek!!! pasangan favorite saya memang Bima-Fani, karena Rei-Langen terlalu rumit dan Rangga-Febi terlalu plain, sedang Bima-Fani lebih ke lucu. Nggak nyangka hanya butuh satu hari untuk menyelesaikannya saking tenggelamnya saya dalam cerita percintaan mereka. Saya yang sudah lama antipati dengan Teenlit sejak isinya hanyalah cerita-cerita bak FTV, malah jatuh cinta dengan Still... . Ceritanya memang standar, penuh drama, kayak FTV juga, tetapi dalam dunia penulisan memang gaya bercerita dan gaya bahasa penulisnya yang bisa memenangkan hati pembacanya. Mau se simple, se klise, se murahan apapun ide ceritanya, jika penulis bisa mengemasnya dengan apik, buku tersebut pasti tetap bisa dibilang bagus.

Kembali ke novel ini, berbeda dengan Cewek!!! yang lebih banyak humornya, Still... malah lebih banyak galaunya. Kalimat-kalimat pilihan Esti bikin yang baca pun ngerasa jadi 'jleb'. Still... seperti reminder, bahwa sekuat atau setangguh apapun perempuan, mereka tetap ingin dilindungi. Ego yang terlalu besar, tidak akan membuat seseorang hargai. Sebesar-besarnya ego laki-laki, toh akhirnya mereka harus sedikit meredamnya untuk menghadapi perempuan hehehe.

Membaca buku-buku Esti, membuat saya berfantasi akan cowok biasa, apa adanya, bukan prince charming, tapi begitu gentle dan adorable dengan gayanya sendiri. Serta romance yang khas, lucu, menghibur, lugas, nggak menye-menye, tetapi tetep dramaaa banget. But, who can avoid the drama in real life, anywaaay? Hehehe. Pokoknya buku ini cocok buat yang lagi haus romance drama yang ringan (kayak saya sekarang gini :P). Dan selamat jatuh cinta sama Rei atau Bima!

View all my reviews on Goodreads

No comments:

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com