Memoirs of Geisha

Beberapa minggu lalu gue baru nonton Memoirs of Geisha di HBO. Ternyata cerita sama sekali nggak menampilkan adegan sex yang vulgar. Malah sama sekali nggak ada. Ternyata film ini menjelaskan apa sebenarnya Geisha itu. True Geisha. Semua persepsi orang itu salah. Geisha berbeda dengan (maaf) pelacur. Geisha dituntut masuk semacam pendidikan sebagai Geisha. Disana mereka di ajarin minum teh, tata krama menjamu tamu, table manner, menari tradisional, dandan, ikut dalam teater sampai memikat pria dengan 1 tatapan mata. Dalam kata lain, geisha is an artist. Beda dengan pelacur yang langsung dipakai dan di bayar. Geisha juga harus pinter ngomong supaya orang tertarik. Geisha pertama-tama harus punya debut. Ia akan memperlihatkan kelebihan-kelebihannya. Entah itu nari atau bermain di teater. Terus mereka harus punya pelindung. Baru akhirnya mereka di lelang. Walau akhirnya 'dipake' juga, tapi a true geisha harus punya sesuatu dari dalam dirinya, dari otaknya yang benar-benar memikat. Bukan hanya memberikan tubuhnya. Tapi semenjak Amerika datang, mereka yang memperburuk dan merubah persepsi orang tentang Geisha. Dari film ini sendiri menurut gue udah bagus. Tapi kurang kental suasana Jepangnya karena mereka (orang jepang) berdialog dengan bahasa Inggris. Ya, tau sih niatnya untuk menglobal aja, karena film ini dibuat sama hollywood. Tapi harusnya untuk semakin memperkuat suasana bagusan Jepang.

No comments:

Post a Comment

copyright © . all rights reserved. designed by Color and Code

grid layout coding by helpblogger.com